Belajar Islam dengan Teknologi Menyenangkan

Pengabdian dan kesungguhan

Pengabdian dan kesungguhan
       Dokter ibarat oase, ia merupakan sosok yang sangat dikagumi. Hadir sebagai penyelamat kehidupan dan kehadirannya memang sangat dibutuhkan bagi sebagian bahkan seluruh masyarakat. Dalam perkembangannya, dokter menjadi salah satu profesi yang pasti sangat menjanjikan. Hal itu disebabkan oleh perkembangan zaman yang semakin kompleks. Seperti yang kita ketahui, dari zaman dahulu hingga kini, penyakit hadir dengan berbagai threats yang juga semakin berkembang. Kehidupan modern adalah penyebab utama berkembangnya berbagai macam penyakit. Seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi gula yang berlebihan, penggunaan MSG dalam masakan, konsumsi makanan cepat saji dan lainya.
      Dari situlah muncul minat yang luar biasa bagi seorang siswa SMA bahkan siswa SD untuk bercita-cita menjadi dokter. Image dokter yang sangat lekat dengan kekayaan dan hidup yang mapan, status social yang ‘wah’ di masyarakat, telah menjadi suatu alas an yang paling sering ditarakan para calon mahasiswa. Padahal seperti yang kita ketahui, untuk menjadi dokter bukanlah perkara yang mudah dan tidak sembarangan orang bisa mewujudkan mimpinya menjadi dokter.
Kehidupan yang bergantung pada globalisasi sebagai barometernya telah menjadi kehidupan yang serba bertemakan materi. Materi menjadi suatu yang patut dan wajib untuk diperoleh. Akhirnya semua hanya diitung berdasarkan materi dan lama-kelamaan hidup akn menjadi ajang bagi manusia yang berusaha dan berlomba-lomba memamerkan kekayaan materi yang ia miliki. Hal itu pulalah yang menjadi momok di dunia kesehatan, khususnya bagi para prktisi kesehatan. Dokter, perawat, bidan dan lainnya tidak akan pernah luput dari ancaman paham materialisme. Islam memandang bahwa harta lekat dengan urusan duniawi. Karena sifatnya yang sementara dan tak kekal akan hilang seiring dengan akhirnya kehidupan fana. Seorang dokter yang dianggap sebagai praktisi kesehatan tertinggi merupakan seseorang yang benar-benar sangat dekat dengan pahala. Dan hal itu adalah suatu garansi yang memang telah Allah berikan untuk para praktisi kesehatan.
      
Seorang yang memiliki kedudukan sebagai dokter harus memiliki tekat kuat dan sungguh-sungguh dalam memajukan kualitas kesehatan Indonesia. Mereka harus memilki sifat ikhlas dan sosila yang tinggi terhadap berbagai macam pasien. Disini dokter dituntut untuk mengutamakan kesembuhan pasien di atas segala-galanya. Meomor duakan urusan fee dan segala yang bersift administrative linnya. Dan tidak semua dokter dapat menjalankan peran tersebut dengan penuh rasa ikhlas dan rela hati. Menjadi sebagian dari dokter muslim bukanlah parkara yang mudah. Menjadi dokter yang bertanggung jawab pun sangat sulit, apalagi jika ingin menjadi dokter muslim. Tentu hal tersebut adalah misi yang lebih sulit dari yang dibayangkan. Apalagi kehidupan yang semakin sulit dari yang dibayangkan. Apalagi kehidupan yang semakin lama semakin sulit membedakan antara moral yang baik dan buruk. Berbagai macam tantangan untuk menjadi dokter muslim sendiri akan banyak mengalami rintangan. Seperti maraknya aborsi yang diakibatkan oleh moral pemuda-pemudi yang semakin rusak dipengaruhi oleh paham liberal.
        Disilah tantangan bagi para calon dokter, yang memiliki tugas untuk menjadi dokter muslim. Jka tidak memiliki keteguhan hati dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan islam, kelak hal itu akna sangat sulit untuk diwujudkan.(BI: Ibnu Sina)
Namun tidak hanya profesi dokter saja yang dianggap sebagai profesi yang paling dekat dengan pahala kerena jasanya menyelamtkan jiwa seseorang tetapi seorang pendidik terutama guru juga tidak kalah penting dan merupakan profesi yang mulia dan penuh pahala. Itu merupakan profesi yang mulia. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Berkat jasa merekalah lahir seorang dokter.
Tugas guru sagatlah berat karena memiliki tanggung jawab untuk menciptaka generasi-generasi yang tidak hanya berilmu tetapi juga bermoral. Sebagai seorag calom guru tidak hanya harus memilki rasa ikhlas, rela hati dan social tetapi jug aperlu kesabaran yang tinggi dalam menghadapi anak didiknya. Karena anak didik merupak generasi masa depan.
       Pengabdian dan kesungguhan mereka terkadang tak dihargai……!!!! Dokterlah yang dunggul-ungulkan dan diagung-agungkan karena jasanya. Inilah realitanya…
       Dokterpun terkadang lupa akan jasa gurunya dan yang paling penting akan ridho Allah lah yang membuat semuanya menjadi mungkain,,,,
KITA KEMBALIKAN SEMUANYA HANYA PADA-NYA




0 komentar:

Posting Komentar

Bagi yang ingin mengkopi halaman ini mohon mencantumkan alamat ini"http://teknologiandme.blogspot.com". Karya anak bangsa...terimakasih!!!

Halaman Iklan